Categories

Rabu, 16 Maret 2016

Banser Siap Bantu TNI Bela Negara

 
JAKARTA - Gerakan Pemuda Anshor dan Barisan Anshor Serbaguna (Banser) yang merupakan sayap organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU), menegaskan kesiapannya membantu TNI dalam membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“GP Anshor dan Banser siap di belakang TNI. Kami ingin Indonesia kuat, negara yang kuat pasti tentaranya kuat dan ini saatnya TNI kuat,” ujar Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Anshor Nusron Wahid saat mengikuti penataran oleh Panglima TNI Jenderal Moeldoko di Aula Gatot Subroto Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, kemarin.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekjen GP Anshor M Aqiel Irham, Ketua Pimpinan Pusat Anshor Yagut, dan Kepala Satuan Koordinasi Nasional Alfa Isnaini beserta 125 orang anggota Anshor. Selain itu, Asrenum Panglima TNI Mayjen TNI Sumedy, Aslog Panglima TNI Marsda TNI Karibiyama, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Indra Hidayat, Aspers Panglima TNI Laksda TNI Sugeng Darmawan, dan Kapuspen TNI Mayjen TNI M Fuad Basya.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan bahwa sinergitas TNI dan Banser selama ini berjalan sangat baik. Panglima menjelaskan, perkembangan ekonomi dan militer negara-negara di dunia berkembang dengan pesat. “Perkembangan ekonomi dan militer Tiongkok misalnya, Laut Cina Selatan 10 tahun lalu, kita nggak terlalu fokus. Tapi melihat perkembangan baru Tiongkok, Amerika melakukan rebalancing kekuatan militer di Asia,” katanya.

Kemudian, Australia yang mengganti 12 kapal selam dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan. Bahkan, radar Australia bisa menjangkau hampir seluruh kawasan Indonesia. Begitu juga dengan krisis Ukraina yang dampaknya sangat luar biasa terhadap ekonomi global. “Sekarang ada kecenderungan perlombaan persenjataan. Alasannya untuk melindungi negaranya,” jelasnya.

Sementara di dalam negeri, Indonesia menghadapi degradasi ideologi. Banyak yang mempertanyakan ideologi Pancasila. Belum lagi, berkembangnya paham fundamentalisme yang membawa debat ideologis tidak pernah berhenti.

“Kalau nggak kuat, bangsa Indonesia akan rapuh. Ini perlu jadi atensi. Paham ISIS juga masih menjadi ancaman potensial, meski belum jadi ancaman faktual. Tapi kalau nggak dijaga bisa aktual,” kata Panglima.
sumber :nasional.sindonews.com/read/968217/149/banser-siap-bantu-tni-bela-negara

GP Ansor Hormati LGBT, Tapi Tolak Perkawinan Sesama Jenis



JAKARTA - Menyikapi maraknya pemberitaan LGBT saat ini, organisasi kepemudaan di bawah Nahdlatul Ulama, Gerakan Pemuda Ansor menyatakan sikapnya bahwa yang dihukumi haram berdasar hukum Islam adalah hubungan seks (liwath) sesama jenis. Namun demikian, keberadaan LGBT tidak mengurangi martabatnya sebagai manusia.

Dalam pandangan GP Ansor, perkawinan sejenis betapa pun juga tidak sah menurut Islam dan tidak ada jalan untuk menghalalkan (perbuatan) hubungan seks sesama jenis.

"Sebagai agama, Islam punya posisi moralnya sendiri soal ini dan tidak bisa dipaksa mengganti posisi moral itu demi menuruti kehendak pihak lain, sebagaimana kita tidak bisa memaksa pihak lain mengikuti posisi moral Islam," ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas kepada SINDO, Selasa (16/2/2016).

Sikap GP Ansor terhadap LGBT adalah menghormatinya sebagai manusia seutuhnya. Sementara, sikap GP Ansor terhadap pelaku hubungan seks sesama jenis (liwath) adalah menaati hukum yang berlaku, sebagaimana kita tidak boleh main hakim sendiri terhadap maling, copet, maupun pelaku kriminal lainnya.

"GP Ansor dan umat Islam berhak mendakwahkan penentangan terhadap perbuatan hubungan seks sesama jenis (liwath) dan mengartikulasikan aspirasi menolak UU/peraturan yang mengesahkan perkawinan sesama jenis, sebagaimana kelompok mana pun berhak mengekspresikan pandangan dan mengartikulasikan kepentingan masing-masing," tegas Yaqut.
Sumber :http://nasional.sindonews.com/read/1085911/15/gp-ansor-hormati-lgbt-tapi-tolak-perkawinan-sesama-jenis-1455649218

TALQIN MAYIT

ß#~io~^f%lqZ}üÐZeäb~mqYß
À k~1=oM=êãkBæ
× lqR-=%u~eãpkb2eãueut-pvüceäsxéEga
À$qjeãÖ^yã:CZmga
× >äY9^YÖn:ãg58üp<änoQ0?1>ojYÖiä~^eãhq}ka<qlqYq%äjmüp  À <p=VeãPä&ivüä~m9Õq~<ãäip
 × ú=5üÕ<ä%kb-=Aätnipka9~Rmät~Ypkaän^f5ätni 
Àåã=&p8p9feka9~Rmät~Ypåãq*p=-÷ekaän^f5ätni
×åäB<ãpL=Rfe kb-=Aätnip
êäeqA<Öfi2Qpêã1ãpêãoipêäæpêãkBæ
ÀlqfA=Uã\9IpoM=9Qpäiã;s
×lp=NIän}9eS~j-ksã:xäYÕ91ãpÖ2~Ivü#mäbmü
û%äi@ppãRAûb}üxäA  Ä#~i%äjAü$qçAÅ×××××lwYûs
À0>=ækeäQqb}üä}<qç]keäQPãäÕã9n~Y@ppãRAûb}üxäAoe
%äb%ú8däãRAo}ä~%äQû%äQ Ä#~i%äjAü$qçAÅ×××lwYûs
 ×ãRAPã=iäæq}ûsã=AäYo}8Sap<qeÖbywiS~n}8
ûs ã=AäYo}8Sap<qeÖbywiG-}ä~%=Q × =&a äoe#~aäaäãRA
  ×êãû]qfJã8äYã8äYäapüqb}üãRAPã=iäæq}
 ÁÁÁ ÈqilRRYäZAÀãRAPã=ilqaä%qbRip<qeÖbywiG}  ×××lwYûs
ÁÁÁÈqiÖfç]äoe ÁÁÈqi8ä^&QüäoeÁÁÈqièmäZAoeÁÁÈqiäiääoe
ÁÁÈqi<qep9AäZAoe
Àqb}üqmqbQäi%qaä%o}8ãRAG}   ×××lwYûs 
 À qalãRRYqb}üêã  êã.Aqa: @äb% S~Aäæãq-ãRAäbQqi
Àqa*mqb}ü9jI*m Àqaäiäqb}ühwAüäiä
 Àqaläç-ãqaqb}ü#]pPäj~eÕwIÀqalä%qmäYqaülã=^eãåä&a
Àqa<qep9Aqb}üÖ~æäahwAüPppÀqaÖfç]qb}üêã#~æ ÖçRaoe
 À êãdqA<9jIêãvüueüvÖjfaûZ&mû%äioe[}<püqaã
 Àlänj%ämwb-ûb}üãRAPã=iûaäQvppxä%Sau.1 ×× ×lwYûs
ÀÖj~]än}8äbiq%qb}ü<qç]keäQälqbQäiãRAä~%=Q
 ú8qe=Y Á<qç]S~bAûaäz~Qä%ú8<qç]gsüPppÖ~æäa%än}8qb}üä}ü
À%ä%ãpqæ=YgjQS~aäA)q-PqbQä%Ö}=YqA
Cmüè~V}C~eã=Mä1ä}p9~1pgaC~mü ä}ktf êãä}cQ8q&Bmp
 ÄäsÅ   un^ep  ÄäsÅ u=Upän&æ =Uk1<ãp ÄäsÅ u%91ppän%91p
  Áo~je äRå<ä}êãä} ÄäsÅ u&.1 ÄäteÅ uepäne=ZUãp  ÄäsÅ r9Ræän&Z%vp
ÁGfA=Uã2QhwAplqZJ}äjQÕ?Reãå<cæ<lä2çA
ÁGjeäReãå<ufe9j<ãp