Categories

BANSER (21) Olahraga (4) Pendidikan (18) Pengetahuan (20) agama (20) karang taruna (4) kegiatan desa (6)
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Februari 2017

LINTANG SONGO LOROK

LINTANG SONGO LOROK
Lintang Songo...
Adalah suatu majelis dzikir yg sekaligus wadah para generasi muda untuk membangkitkan rasa cinta kpd Rosululloh saw.
Majelis LINTANG SONGO
berdiri ditengah tengah masyarakat yg mayoritas masih awam dan gersang, khususnya dalam ilmu2 agama,
LINTANG SONGO
adalah majelis yg berada dibawah naungan
GP ANSOR PAC NGADIROJO, lorok pacitan.
Sholawat dn lantunan vocalis yg masih terkesan fals dan apa adanya, tak membuat lemah para pecinta Nabi. Yang Justru dengan kekurangan2 itu merupakan keunikan dn daya tarik tersendiri....
Selamat bergabung dn turut bersholawat kpd Nabi muhammad, semoga kelak kita semua mendapat syafaatnya, bijiwarih khoiro maq'ad.

Rabu, 01 Februari 2017

Menjadi Pengajak yang Bijak

Mengajak memiliki batasan-batasan.
Setidaknya ada dua tips yang bisa dipegang agar seseorang tak melampaui batasan tugas sebagai seorang pengajak. Pertama, muhâsabah (introspeksi). Meneliti aib orang yang paling bagus adalah dimulai dari diri sendiri. Muhasabah akan mengantarkan kita pada prioritas perbaikan kualitas diri sendiri, yang secara otomatis akan membawa pengaruh pada perbaikan lingkungan sekitarnya. Sebagaimana dikatakan Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq, “Ashlih nafsaka yashluh lakan nâs. Perbaikilah dirimu maka orang lain akan berbuat baik kepadamu.”

Kedua, tawâdlu‘ (rendah hati). Sikap ini tidak sulit tapi memang sangat berat. Rendah hati berbeda dari rendah diri. Tawaduk adalah kemenangan jiwa dari keinginan ego yang senantiasa merasa unggul: merasa paling benar, paling pintar, paling saleh, dan seterusnya—yang ujungnya meremehkan orang lain. Tawaduk membuahkan sikap menghargai orang lain, sabar, dan menghormati proses. Dalam perjalanan dakwah, tawaduk terbukti lebih menyedot banyak simpati dan menjadi salah satu kunci suksesnya sebuah seruan kebaikan. Fakta ini bisa kita lihat secara jelas dalam perjuangan Nabi dan pendakwah generasi terdahulu yang tercatat sejarah hingga kini. Wallâhu a‘lam bish-shwâb.

Doa Mbah Umar Tumbu Pacitan untuk NU di Hadapan Kang Said

PAC G.P ANSOR NGADIROJO

KH Umar Tumbu merupakan figur Kiai yang nasihatnya selalu menyejukkan. Kehadirannya selalu dirindukan oleh umat. Wajahnya yang penuh keteduhan menjadikan siapapun ingin selalu dekat berada di sampingnya.

Banyak ulama yang terkesan dengan kepribadian dan kharismatiknya Mbah Umar Tumbu. Di antara ulama yang memiliki kedekatan dengannya adalah Habib Luthfi bin Yahya dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said).

Kang Said memiliki kesan tersendiri terhadap kiai yang menjadi Mustasyar PCNU Pacitan ini. Tiap kali berkunjung ke Pacitan, pertama yang ditanyakan oleh Kiai Said adalah, di mana dan bagaimana kabar Mbah Umar.

"Mbah Umar pundi (Mbah Umar mana?) Mbah Umar sehat geh," tanya Kang Said tiap kali sampai di lokasi acara. Hal ini menunjukkan kerinduan dan penghormatan Kang Said terhadap ulama sepuh yang menjadi pelita bagi Nahdlatul Ulama itu.

Terakhir, dalam sebuah acara yang digelar oleh PAC GP Ansor NU Ngadirojo, Pacitan, Jawa Timur, Rabu 31 Agustus 2016, Kang Said berkesempatan bertemu dan bersilaturahmi kembali dengan Mbah Umar Tumbu, yang waktu itu kondisi kesehatannya sudah mulai menurun.

Pada kesempatan itu, Kang Said sempat meminta nasihat, doa, dan restu kepada Mbah Umar agar senantiasa istiqamah dalam memimpin Jamiyyah Nahdlatul Ulama.

Di situ Mbah Umar mendoakan agar Nahdlatul Ulama menjadi semakin besar dan bisa menjadi penuntun umat Islam. Selain itu, Mbah Umar berdoa agar umat Islam selalu dijaga persatuannya dan diberikan keselamatan dunia dan akhirat.

KH Umar Syahid biasa disapa dengan Mbah Umar Tumbu. Ia wafat pada Rabu (4/1) malam pukul 22.55 di RSUD Pacitan. Pada masa remajanya ia menjadi murid KH Dimyathi Abdullah di Pesantren Tremas Pacitan. Selama mondok, Mbah Umar tergolong santri yang kekurangan. Ia terbiasa  hidup prihatin, bahkan konon ia tidak memiliki bekal untuk nyantri. Namun hal itu tidak menyurutkan kegigihan dan ketekunannya untuk belajar.

Cintanya terhadap NU dan pesantren ditunjukkanya dengan tidak pernah absen menghadiri acara yang digelar oleh NU atau pesantren. Ia hadir di tengah para santri dan selalu menunggui acara hingga selesai. Tidak hanya di Pacitan, di tengah kondisi fisiknya yang sudah sepuh, Mbah Umar masih sering menghadiri kegiatan keagamaan di Solo, Wonogiri, Ponorogo, dan Madiun. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Sudimoro Bersholawat




Mari bersholawat Sahabat,.....!
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَن صلَّى عليَّ صلاةً واحدةً ، صَلى اللهُ عليه عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطياتٍ ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجَاتٍ
“Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan (di surga kelak)”.
Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan anjuran memperbanyak shalawat tersebut, karena ini merupakan sebab turunnya rahmat, pengampunan dan pahala yang berlipatganda dari Allah Ta’ala.
dalam rangka Pelantikan Pengurus Ranting NU Se- Kecamatan Sudimoro Kabupaaten Pacitan Warga NU Sudimoro Mengajak masyarakat sudimoro khususnya dan umat Islam pada umumnya untuk bersholawat Nabi, dengan harapan kita bisa mendapatkan Syafaat Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
اللهم صل على سيدنا محمد

Senin, 30 Januari 2017

Rasulullah SAW Perintahkan Sunan Ampel bawa Islam Ahlussunnah wal Jama’ah An Nahdliyyah ke Indonesia

Sejarah berdirinya organisasi Islam ahlussunnah wal jama’ah Nahdlatul Ulama atau NU tidak lepas dari kegelisahan para ulama Nusantara terhadap munculnya gerakan-gerakan Islam pembaharu yang berusaha menghapus warisan-warisan dan ajaran-ajaran ulama salaf.
Para ulama Nusantara merespon masalah ini dengan melalukan musyawarah. Ada diantara mereka mengusulkan dibentuknya suatu Jam’iyyah, ada pula yang berpendapat agar memperkuat Sarekat Islam yang sudah ada saat itu, dan lain sebagainya. Saat itu memang situasinya sangatlah genting karena amaliah-amaliah ahlussunnah seperti tabarukan, meminta barokah kepada ulama, dan sebagainya dituduh sesat, bid’ah, dan syirik oleh gerakan pembaharu tersebut. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya para ulama sepakat untuk membentuk sebuah wadah Jam’iyah yang sekarang dikenal dengan sebutan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU).
Menurut penuturan KHR As’ad Syamsul ‘Arifin, kiai kharismatik dan pengasuh Ponpes Salafiyyah Syafi’iyyah Sukorejo Situbondo, seorang kiai yang menjembatani antara KH Syaichona Cholil Bangkalan dan KH. Hasyim Asy’ari dalam pembentukan Nahdlatul Ulama, mengatakan bahwa saat itu ada seorang ulama yang berkata kepada Kiai:
“Kiai, Saya menemukan satu sejarah tulisannya Sunan Ampel. Sunan Ampel menulis: ‘Saya waktu mengaji, saat oleh ayahanda dikirim ke Madinah, pernah bermimpi jumpa Nabi SAW. (Nabi berkata): ‘Rahmatullah… (Raden Rahmat), Islam Ahlussunnah wal Jama’ah ini bawalah hijrah ke Indonesia, karena ditempat kelahirannya ini tidak mampu melaksanakan syariat Islam Ahlussunnah wal Jama’ah‘”.
Menyimak wasita tersebut, ulama Indonesia berembuk ditugaskan untuk melaksanakannya. Sehingga mereka pun beristikharah ke beberapa Sunan, paling sedikit 40 hari dan ada 4 orang yang ditugaskan ke Madinah.
Atau dapat dilihat melalui video berjudul “Sejarah Nahdlatul Ulama (NU)” yang telah dilengkapi terjemah bahasa Indonesia dan bahasa Inggris pada menit ke 17:00 berikut ini: klik video ke 2 https://youtu.be/2XoGvahdar8   
Dan Alhamdulillah, hingga saat ini dan insya Allah sampai kiamat tiba, Nahdlatul Ulama telah menjadi benteng ajaran Islam ahlussunnah wal jama’ah (Aswaja) di Indonesia dan di seluruh dunia. Tidak ada satu pun ormas Islam di dunia ini yang mampu menyaingi kebesaran Nahdlatul Ulama yang senantiasa mengajarkan dan mengedepankan Islam yang ramah, Islam yang Rahmatan Lil’alamin, Islam yang sesuai dengan dakwah risalah Nabi Muhammad Rasulullah SAW. (Muslimedianews)


Rijalul Ansor

Rijalul Ansor adalah Majelis Dzikir dan Sholawat. Rijalul Ansor memiliki status sebagailembaga semi otonom yang dibentuk oleh Gerakan Pemuda Ansor Ansor sebagai implementasi Visi Revitalisasi Nilai dan Tradisi dan Misi Internalisasi nilai Aswaja dan sifatur rasul dalam Gerakan Pemuda Ansor.
Majelis ini dibentuk mulai dari Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah, Pimpinan Cabang, Pimpinan Anak Cabang dan Pimpinan ranting di seluruh Indonesia.
Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor bersifat semi otonom di setiap tingkatan yang diangkat, disahkan dan diberhentikan oleh pimpinan Gerakan Pemuda Ansor di masing-masing tingkat kepengurusan.
Fungsi:
  1. Menjaga dan mempertahankan paham Aqidah Ahlus sunnah wal Jama’ah ala Nahdlatul Ulama
  2. Sebagai upaya konsolidasi kiai dan ulama muda Gerakan Pemuda Ansor di setiap tingkatan.
Tugas:
  1. Mensyiarkan ajaran-ajaran dan amalan-amalan keagamaan yang telah diajarkan oleh paramasayyih Nahdlatul Ulama dan para Wali penyebar agama Islam di Nusantara
  2. Melaksanakan program-program kegiatan peringatan hari besar Islam sebagai upaya dakwah Islam Ahlussunah wal Jama’ah ala Nahdlatul Ulama.
Tanggung – jawab
  1. Menjaga, memelihara dan menjamin kelangsungan hidup dan kejayaan aqidah ahlussunah wal jama’ah ala Nahdlatul Ulama
  2. Menjaga gerakan Islam Indonesia tetap sebagai agama Islam yang rahmatan lil alamin dan menolak cara-cara kekerasan atas nama Islam.

Pesan Banser Jatim untuk Kapolda Baru

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur bakal memiliki pimpinan baru. Dia adalah Inspektur Jenderal Polisi Machfud Arifin, sebelumnya menjabat Kepala Divisi Teknologi Informasi Markas Besar Kepolisian RI. Kehadirannya disambut baik aktivis siber dalam hal pencegahan dan penindakan ujaran kebencian dan radikalisme melalui media sosial.
Machfud akan menggantikan Kapolda lama, Inspektur Jenderal Polisi Anton Setiadji. Anton segera pensiun. Sesuai jadwal, serah terima jabatan dari penjabat lama ke penjabat (sertijab) baru akan digelar di gedung utama Markas Polda Jatim pada Kamis, 5 Januari 2017.
Seperti biasa, pada sertijab nanti penjabat baru akan disambut pasukan ‘pedang pora’, sementara penjabat lama akan dilepas dengan menaiki kereta kencana. “Gladi resik dilakukan hari ini,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera di Markas Polda Jatim, Surabaya, pada Rabu, 4 Januari 2017.
Jawa Timur, terutama Surabaya, bukan daerah asing bagi Machfud. Dia dilahirkan dari keluarga Bhayangkara di Surabaya pada 9 September 1960. Posisi barunya sebagai Kapolda Jatim laiknya pulang kampung. Dia juga pernah menjabat Wakil Kepala Satuan Reserse Kepolisian Wilayah Kota Besar (sekarang Polrestabes) Surabaya pada 1996.
Kapolda baru disambut baik warga dan aktivis Jatim, terutama karena latar belakang Machfud yang sebelumnya banyak mengurusi bidang teknologi informasi di Polri. Dia diharapkan lebih maksimal menangkal dan menindak radikalisme dan ujaran kebencian yang kini bertebaran di media sosial.
Komandan Satuan Koordinator Wilayah Barisan Serba Guna (Banser) Ansor Jatim, Abid Umar, berharap Machfud mampu memerangi kejahatan siber dan ujaran kebencian yang belakangan ini marak berseliweran di dunia maya. “Kami mendukung Kapolda Jatim yang baru menindak tegas kejahatan siber, ujaran kebencian, dan radikalisme melalui medsos. Kami juga siap bersinergi,” ujarnya dalam siaran persnya.
Wakil Ketua Bidang IT dan Infokom PW GP Ansor Jatim, Mohammad Nur Arifin, mengatakan bahwa ujaran kebencian, radikalisme,  berita palsu atau hoax  dan kejahatan siber di Jatim banyak tersebar di media sosial. Menurutnya, itu tantangan sekaligus pekerjaan besar Machfud yang harus diatasi serius.
“Kami menyambut baik kehadiran Kapolda Jatim yang baru ini, Ansor dan Banser juga berharap masyarakat turut berperan aktif membantu kepolisian melaporkan jika menemukan praktik kejahatan siber ” pungkas pria yang juga wakil bupati Trenggalek itu.

Nekat Mandi di Laut, Remaja Asal Tulakan Meninggal Dunia di Pantai Soge Lorok


Peristiwa kecelakaan laut berujung maut kembali terjadi di wilayah perairan Pacitan. Adalah Eko Puji Santoso, remaja berusia 14 tahun ini meninggal dunia pada Sabtu (28/1/2017) sekitar pukul 10.15 WIB di perairan Pantai Soge, Dusun Soge Desa Sidomulyo Kecamatan Ngadiojo.
Informasi yang dihimpun Pacitanku.com, kejadian naas tersebut berawal saat Eko yang beralamatkan di Dusun Montongan, Desa Ketro Kecamatan Tulakan berekreasi bersama dua orang rekannya di Pantai Soge, Sabtu pagi saat libur hari raya Imlek.
Setelah tiba di Pantai Soge pada pukul ,15.15 WIB korban mandi di perairan Pantai Soge bersama satu temannya. Sementara teman yang lain tidak ikut mandi.
ini bisa menjadi perhtian kita semua, untuk berhati - hati apabila bermain dipantai. apa lagi tidak mempunyai keahlian renang. 

Minggu, 28 Agustus 2016

BINA MUDA CUP I

Mohon Do'a restunya dan dukungannya sahabat semua , untuk kesuksesan kegiatan kami nanti. 
Baagi temen temen Bina Muda atau warga Ngobal yang berada di perantauan atau di manapun berapa, kami panitia sangat membutuhkan dukungan daan bantuan temen2 semua. Kususon di bidang pendanaan . Kegiatan ini kami konsep persemester supaya tumbuh generasi handal di  caabang olahraga ( Voly Ball) . Bagi teman2 yang ikut berpartisipasi bisa menghubungi kami panitia Bina Muda Cup I. 

KEPANITIAAN

Kepanitiaan ini melibatkan beberapa Anggota Karang Taruna Bina Muda sebagai pelakasana dari kegiatan ini adapun susunan Kepanitiaanya sebagai berikut :
Pelindung        : Kepala Desa Wonodadi Wetan
Penasehat        : Kepala Dusun Ngobal
Ketua              1          : Anang Ma’ruf
Ketua              2          : Suraji
Sekretaris        1          : Aris Fatkurohman
Sekretaris        2          : Wiwik
Bendahara       1          : Karyudi
Bendahara       2          : Diyah  


SEKSI-SEKSI

1.Sie Konsumsi           : 1. Kusnandar
              2. Syaiful Huda
              3. Feri

2.Sie Perlengkapan      : 1. Sugiri
  2. Edy Santoso
  3. Ma’ruf
  4. Felik Andriawan

3.Sie Humas                : 1. Budi
  2. Trisno Awito

4.Sie Korlap                : 1. Narko Wahyudi
  2. Beni Irawan
  3. Didik
  4. Subakir
  5. Fian

5.Sie Kebersihan         : 1. Bakti
  2. Safiq
  3. Dika
  4. Rafi Ahmad Putra

6.Sie Kemananan        : 1. Sutrisno
                                      2. Tono

Anda ingin berpartisipasi hubungi kami.
anang      Hp : 087758960251
suraji       Hp : 082330082233




Senin, 01 Agustus 2016

Nyantri Bareng Ketua Umum PBNU (Ngadirojo 31 agustus 2016)

Dalam rangka HUT ke 71, PAC GP. ANSOR Kecamatan Ngaadirojo kembali mengelar pengajian akbar di lapangan exs kawedanan Ngadirojo, pada tanggal 31 Agustus 2016. Pengajian akbar tersebut akan diiringi majelis sholawat lintang songo, juga penabuh 1000 rebana dari seluruh group duror se-Kabupaten Pacitan. 
Monggo sahabat GP. ANSOR dimanapun berada kita suskseskan NYANTRI BARENG Ketua Umum PBNU 31 agustus 2016 nanti.
Prof Dr KH Said Aqil Sirodj,Sosok laki laki religius ini biasa dipanggil dengan panggilan Siradj, kelahiran Cirebon 03 Juli 1953 dengan latar belakang Agama yang kuat,dan selalu ingin memperjuangkan Islam di berbagai aspek. Siradj juga mempunyai latar belakang akademis yang luas dalam ilmu Islam. Alumni S3 University of Umm Al-qura dengan jurusan Aqidah / Firasat islam ini lulus pada tahun 1994 yang sebelumnya mengambil S2 di Universitas Umm al-Qura, jurusan Perbandingan Agama, lulus 1987 dan S1 di Universitas King Abdul Aziz, jurusan Ushuluddin dan Dakwah, lulus 1982.Dengan latar belakang ilmu pendidikan Agama yang kuat dijadikan modal Siradj dalam dakwah dan memperjuangkan Islam di era baru ini.

Nahdlatul Ulama ( NU ) adalah Organisasi Muslim besar Indonesia yang paling berpengaruh di dunia Islam dan saat ini di Pimpin oleh Said Aqil Siradj. Terpilihnya Siradj dalam memimpin organisasi Nahdlatul Ulama merupakan buah dari usaha Siradj dan pendukungnya dalam pemilihan Partai besar tersebut. Dalam pemilihan tersebut, Siradj mengalahkan Slamet Effendi Yusuf.294 Suara yang dikumpulkan Siradj,sedangkan Slamet Effendi Yusuf  hanya mendapatkan 201 suara. Berlanjut ke putaran dua akhirnya Siradj sebagai pemenang dengan suara terunggul sebanyak 178 Suara yang tentunya sudah memenuhi tata tertib Mukhtamar yang mengharuskan seorang calon mengumpulkan poin 99 Suara.
  
Nahdlatul Ulama merupakan organisasi dengan basis keanggotaan yang kebanyakan dari pedesaan dan ciri khas tradisional ini yang membedakan Nahdlatul Ulama dengan organisasi lainnya.Point utama organisasi ini adalah penekanan pada pendidikan dan keterlibatan politik berlandaskan prinsip Islam yang mana sesuai dengan visi misi Siradj. Prof Dr KH Said Aqil Siradj menjabat sebagai Ketua Umum PBNU   

Kamis, 17 Maret 2016

bacaan bilal



Pengantar Khutbah Jum'at Versi 1 
يَا مَعَاشِرَ اْلـمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَ اْلـمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ.
رُوِيَ عَنْ أَبِى هُـرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّهُ قَالَ :
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ اْلجُمْعَةِ أَنْصِتْ، وَاْلإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ.
أَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَأَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ...
أَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَأَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ...
أَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَأَطِيْعُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ...
اَللَهُمّ صَلِّ عَلَي سَيّدِنَا مُحمّدٍ, اَللَهُمّ صَلِّ عَلَي سَيّدِنَا مُحمّدٍ, اَللَهُمّ صَلِّ عَلَي سَيّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحمّدٍ وَعَلَي أَلِ سَيّدِنَا مُحمَدٍ.
Kedua, sampai di atas mimbar, khotib berdiri menghadap jama’ah, sementara bilal meneruskan membaca do’a berikut ini :
اللَّهُمَّ قَوِّ الْاِسْلامَ, مِنَ المُسْلِمِينَ وَالُمسْلِمَات, والمُؤْمِنِين وَالُمؤْمِنَات, وَانْصُرْهُمْ عَلَى مُعَانِدِ الِدّيْنِ وَاخْتِمْ لَنَا بِالخَيْر, ويَا خَيْرَ النَّاصِرِينَ برَحْمَتِكَ يااَرْحَمَ الرَاِحِمين.
Ketiga, setelah selesai do’a di atas, khotib langsung mengucapkan salam kepada jama’ah, lalu duduk. Kemudian bilal mengumandangkan Adzan. Selesai adzan, bilal terus duduk, sedangkan khatib terus berdiri dan memulai khutbah pertamanya.
Keempat, selesai khotbah pertama, bilal melantunkan sholawat yang biasa dibaca diantara dua khutbah, misalnya seperti berikut ini
أَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ، وَزِدْ وَاَتِمْ وَتَفَضَّلْ وَبَارِكْ، بِجَلاَلِكَ وَكَمَالِكَ عَلَى زَيْنِ عِبَادِكْ، وَأَشْرَفِ عِبَادِكَ سَيِّدِ الْعَرَبِ وَالْعَجَمِ، وَإِمَامِ طَيْبَةَ وَالْحَرَامْ، وَمَنْبَعِ الْعِلْمِ وَالْحِلْمِ وَالْحِكْمَةِ وَالْحِكَمْ, أَبِي الْقَاسِمِ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وأَلِهِ وَسَلَّمَ، وَرَضِيَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ