Lintang Songo...
Adalah suatu majelis dzikir yg sekaligus wadah para generasi muda untuk membangkitkan rasa cinta kpd Rosululloh saw.
Majelis LINTANG SONGO
berdiri ditengah tengah masyarakat yg mayoritas masih awam dan gersang, khususnya dalam ilmu2 agama,
LINTANG SONGO
adalah majelis yg berada dibawah naungan
GP ANSOR PAC NGADIROJO, lorok pacitan.
Sholawat dn lantunan vocalis yg masih terkesan fals dan apa adanya, tak
membuat lemah para pecinta Nabi. Yang Justru dengan kekurangan2 itu
merupakan keunikan dn daya tarik tersendiri....
Selamat bergabung dn turut bersholawat kpd Nabi muhammad, semoga kelak kita semua mendapat syafaatnya, bijiwarih khoiro maq'ad.
Categories
BANSER
(21)
Olahraga
(4)
Pendidikan
(18)
Pengetahuan
(20)
agama
(20)
karang taruna
(4)
kegiatan desa
(6)
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Kamis, 09 Februari 2017
Rabu, 01 Februari 2017
Menjadi Pengajak yang Bijak
Mengajak memiliki batasan-batasan.
Setidaknya ada dua tips yang bisa
dipegang agar seseorang tak melampaui batasan tugas sebagai seorang
pengajak. Pertama, muhâsabah (introspeksi). Meneliti aib orang yang
paling bagus adalah dimulai dari diri sendiri. Muhasabah akan
mengantarkan kita pada prioritas perbaikan kualitas diri sendiri, yang
secara otomatis akan membawa pengaruh pada perbaikan lingkungan
sekitarnya. Sebagaimana dikatakan Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq,
“Ashlih nafsaka yashluh lakan nâs. Perbaikilah dirimu maka orang lain
akan berbuat baik kepadamu.”
Kedua, tawâdlu‘ (rendah hati). Sikap ini tidak sulit tapi memang sangat berat. Rendah hati berbeda dari rendah diri. Tawaduk adalah kemenangan jiwa dari keinginan ego yang senantiasa merasa unggul: merasa paling benar, paling pintar, paling saleh, dan seterusnya—yang ujungnya meremehkan orang lain. Tawaduk membuahkan sikap menghargai orang lain, sabar, dan menghormati proses. Dalam perjalanan dakwah, tawaduk terbukti lebih menyedot banyak simpati dan menjadi salah satu kunci suksesnya sebuah seruan kebaikan. Fakta ini bisa kita lihat secara jelas dalam perjuangan Nabi dan pendakwah generasi terdahulu yang tercatat sejarah hingga kini. Wallâhu a‘lam bish-shwâb.
Kedua, tawâdlu‘ (rendah hati). Sikap ini tidak sulit tapi memang sangat berat. Rendah hati berbeda dari rendah diri. Tawaduk adalah kemenangan jiwa dari keinginan ego yang senantiasa merasa unggul: merasa paling benar, paling pintar, paling saleh, dan seterusnya—yang ujungnya meremehkan orang lain. Tawaduk membuahkan sikap menghargai orang lain, sabar, dan menghormati proses. Dalam perjalanan dakwah, tawaduk terbukti lebih menyedot banyak simpati dan menjadi salah satu kunci suksesnya sebuah seruan kebaikan. Fakta ini bisa kita lihat secara jelas dalam perjuangan Nabi dan pendakwah generasi terdahulu yang tercatat sejarah hingga kini. Wallâhu a‘lam bish-shwâb.
Doa Mbah Umar Tumbu Pacitan untuk NU di Hadapan Kang Said
![]() |
| PAC G.P ANSOR NGADIROJO |
KH Umar Tumbu merupakan figur Kiai yang nasihatnya selalu menyejukkan.
Kehadirannya selalu dirindukan oleh umat. Wajahnya yang penuh keteduhan
menjadikan siapapun ingin selalu dekat berada di sampingnya.
Banyak
ulama yang terkesan dengan kepribadian dan kharismatiknya Mbah Umar
Tumbu. Di antara ulama yang memiliki kedekatan dengannya adalah Habib
Luthfi bin Yahya dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said).
Kang
Said memiliki kesan tersendiri terhadap kiai yang menjadi Mustasyar
PCNU Pacitan ini. Tiap kali berkunjung ke Pacitan, pertama yang
ditanyakan oleh Kiai Said adalah, di mana dan bagaimana kabar Mbah Umar.
"Mbah Umar pundi (Mbah Umar mana?) Mbah Umar sehat geh,"
tanya Kang Said tiap kali sampai di lokasi acara. Hal ini menunjukkan
kerinduan dan penghormatan Kang Said terhadap ulama sepuh yang menjadi
pelita bagi Nahdlatul Ulama itu.
Terakhir, dalam sebuah acara
yang digelar oleh PAC GP Ansor NU Ngadirojo, Pacitan, Jawa Timur, Rabu
31 Agustus 2016, Kang Said berkesempatan bertemu dan bersilaturahmi
kembali dengan Mbah Umar Tumbu, yang waktu itu kondisi kesehatannya
sudah mulai menurun.
Pada kesempatan itu, Kang Said sempat
meminta nasihat, doa, dan restu kepada Mbah Umar agar senantiasa
istiqamah dalam memimpin Jamiyyah Nahdlatul Ulama.
Di situ Mbah
Umar mendoakan agar Nahdlatul Ulama menjadi semakin besar dan bisa
menjadi penuntun umat Islam. Selain itu, Mbah Umar berdoa agar umat
Islam selalu dijaga persatuannya dan diberikan keselamatan dunia dan
akhirat.
KH Umar Syahid biasa disapa dengan Mbah Umar Tumbu. Ia
wafat pada Rabu (4/1) malam pukul 22.55 di RSUD Pacitan. Pada masa
remajanya ia menjadi murid KH Dimyathi Abdullah di Pesantren Tremas
Pacitan. Selama mondok, Mbah Umar tergolong santri yang kekurangan. Ia
terbiasa hidup prihatin, bahkan konon ia tidak memiliki bekal untuk
nyantri. Namun hal itu tidak menyurutkan kegigihan dan ketekunannya
untuk belajar.
Cintanya terhadap NU dan pesantren ditunjukkanya
dengan tidak pernah absen menghadiri acara yang digelar oleh NU atau
pesantren. Ia hadir di tengah para santri dan selalu menunggui acara
hingga selesai. Tidak hanya di Pacitan, di tengah kondisi fisiknya yang
sudah sepuh, Mbah Umar masih sering menghadiri kegiatan keagamaan di
Solo, Wonogiri, Ponorogo, dan Madiun. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)
Sudimoro Bersholawat
Mari bersholawat Sahabat,.....!
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَن صلَّى عليَّ صلاةً واحدةً ، صَلى اللهُ عليه عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطياتٍ ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجَاتٍ
“Barangsiapa
yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali maka Allah akan
bershalawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan
(dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan (di surga
kelak)”.
Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan
anjuran memperbanyak shalawat tersebut, karena ini merupakan sebab
turunnya rahmat, pengampunan dan pahala yang berlipatganda dari Allah Ta’ala.
dalam rangka Pelantikan Pengurus Ranting NU Se- Kecamatan Sudimoro Kabupaaten Pacitan Warga NU Sudimoro Mengajak masyarakat sudimoro khususnya dan umat Islam pada umumnya untuk bersholawat Nabi, dengan harapan kita bisa mendapatkan Syafaat Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
اللهم صل على سيدنا محمدSenin, 30 Januari 2017
Rasulullah SAW Perintahkan Sunan Ampel bawa Islam Ahlussunnah wal Jama’ah An Nahdliyyah ke Indonesia
Sejarah berdirinya organisasi Islam ahlussunnah wal jama’ah Nahdlatul Ulama atau NU tidak lepas dari kegelisahan para ulama Nusantara terhadap munculnya gerakan-gerakan Islam pembaharu yang berusaha menghapus warisan-warisan dan ajaran-ajaran ulama salaf.
Para ulama Nusantara merespon masalah ini dengan melalukan musyawarah. Ada diantara mereka mengusulkan dibentuknya suatu Jam’iyyah, ada pula yang berpendapat agar memperkuat Sarekat Islam yang sudah ada saat itu, dan lain sebagainya. Saat itu memang situasinya sangatlah genting karena amaliah-amaliah ahlussunnah seperti tabarukan, meminta barokah kepada ulama, dan sebagainya dituduh sesat, bid’ah, dan syirik oleh gerakan pembaharu tersebut. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya para ulama sepakat untuk membentuk sebuah wadah Jam’iyah yang sekarang dikenal dengan sebutan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU).
Menurut penuturan KHR As’ad Syamsul ‘Arifin, kiai kharismatik dan pengasuh Ponpes Salafiyyah Syafi’iyyah Sukorejo Situbondo, seorang kiai yang menjembatani antara KH Syaichona Cholil Bangkalan dan KH. Hasyim Asy’ari dalam pembentukan Nahdlatul Ulama, mengatakan bahwa saat itu ada seorang ulama yang berkata kepada Kiai:
“Kiai, Saya menemukan satu sejarah tulisannya Sunan Ampel. Sunan Ampel menulis: ‘Saya waktu mengaji, saat oleh ayahanda dikirim ke Madinah, pernah bermimpi jumpa Nabi SAW. (Nabi berkata): ‘Rahmatullah… (Raden Rahmat), Islam Ahlussunnah wal Jama’ah ini bawalah hijrah ke Indonesia, karena ditempat kelahirannya ini tidak mampu melaksanakan syariat Islam Ahlussunnah wal Jama’ah‘”.
Menyimak wasita tersebut, ulama Indonesia berembuk ditugaskan untuk melaksanakannya. Sehingga mereka pun beristikharah ke beberapa Sunan, paling sedikit 40 hari dan ada 4 orang yang ditugaskan ke Madinah.
Atau dapat dilihat melalui video berjudul “Sejarah Nahdlatul Ulama (NU)” yang telah dilengkapi terjemah bahasa Indonesia dan bahasa Inggris pada menit ke 17:00 berikut ini: klik video ke 2 https://youtu.be/2XoGvahdar8
Dan Alhamdulillah, hingga saat ini dan insya Allah sampai kiamat tiba, Nahdlatul Ulama telah menjadi benteng ajaran Islam ahlussunnah wal jama’ah (Aswaja) di Indonesia dan di seluruh dunia. Tidak ada satu pun ormas Islam di dunia ini yang mampu menyaingi kebesaran Nahdlatul Ulama yang senantiasa mengajarkan dan mengedepankan Islam yang ramah, Islam yang Rahmatan Lil’alamin, Islam yang sesuai dengan dakwah risalah Nabi Muhammad Rasulullah SAW. (Muslimedianews)
Rijalul Ansor
Rijalul Ansor adalah Majelis Dzikir dan Sholawat. Rijalul Ansor memiliki status sebagailembaga semi otonom yang dibentuk oleh Gerakan Pemuda Ansor Ansor sebagai implementasi Visi Revitalisasi Nilai dan Tradisi dan Misi Internalisasi nilai Aswaja dan sifatur rasul dalam Gerakan Pemuda Ansor.
Majelis ini dibentuk mulai dari Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah, Pimpinan Cabang, Pimpinan Anak Cabang dan Pimpinan ranting di seluruh Indonesia.
Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor bersifat semi otonom di setiap tingkatan yang diangkat, disahkan dan diberhentikan oleh pimpinan Gerakan Pemuda Ansor di masing-masing tingkat kepengurusan.
Fungsi:
- Menjaga dan mempertahankan paham Aqidah Ahlus sunnah wal Jama’ah ala Nahdlatul Ulama
- Sebagai upaya konsolidasi kiai dan ulama muda Gerakan Pemuda Ansor di setiap tingkatan.
Tugas:
- Mensyiarkan ajaran-ajaran dan amalan-amalan keagamaan yang telah diajarkan oleh paramasayyih Nahdlatul Ulama dan para Wali penyebar agama Islam di Nusantara
- Melaksanakan program-program kegiatan peringatan hari besar Islam sebagai upaya dakwah Islam Ahlussunah wal Jama’ah ala Nahdlatul Ulama.
Tanggung – jawab
- Menjaga, memelihara dan menjamin kelangsungan hidup dan kejayaan aqidah ahlussunah wal jama’ah ala Nahdlatul Ulama
- Menjaga gerakan Islam Indonesia tetap sebagai agama Islam yang rahmatan lil alamin dan menolak cara-cara kekerasan atas nama Islam.
Pesan Banser Jatim untuk Kapolda Baru
Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur bakal memiliki pimpinan baru. Dia adalah Inspektur Jenderal Polisi Machfud Arifin, sebelumnya menjabat Kepala Divisi Teknologi Informasi Markas Besar Kepolisian RI. Kehadirannya disambut baik aktivis siber dalam hal pencegahan dan penindakan ujaran kebencian dan radikalisme melalui media sosial.
Machfud akan menggantikan Kapolda lama, Inspektur Jenderal Polisi Anton Setiadji. Anton segera pensiun. Sesuai jadwal, serah terima jabatan dari penjabat lama ke penjabat (sertijab) baru akan digelar di gedung utama Markas Polda Jatim pada Kamis, 5 Januari 2017.
Seperti biasa, pada sertijab nanti penjabat baru akan disambut pasukan ‘pedang pora’, sementara penjabat lama akan dilepas dengan menaiki kereta kencana. “Gladi resik dilakukan hari ini,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera di Markas Polda Jatim, Surabaya, pada Rabu, 4 Januari 2017.
Jawa Timur, terutama Surabaya, bukan daerah asing bagi Machfud. Dia dilahirkan dari keluarga Bhayangkara di Surabaya pada 9 September 1960. Posisi barunya sebagai Kapolda Jatim laiknya pulang kampung. Dia juga pernah menjabat Wakil Kepala Satuan Reserse Kepolisian Wilayah Kota Besar (sekarang Polrestabes) Surabaya pada 1996.
Kapolda baru disambut baik warga dan aktivis Jatim, terutama karena latar belakang Machfud yang sebelumnya banyak mengurusi bidang teknologi informasi di Polri. Dia diharapkan lebih maksimal menangkal dan menindak radikalisme dan ujaran kebencian yang kini bertebaran di media sosial.
Komandan Satuan Koordinator Wilayah Barisan Serba Guna (Banser) Ansor Jatim, Abid Umar, berharap Machfud mampu memerangi kejahatan siber dan ujaran kebencian yang belakangan ini marak berseliweran di dunia maya. “Kami mendukung Kapolda Jatim yang baru menindak tegas kejahatan siber, ujaran kebencian, dan radikalisme melalui medsos. Kami juga siap bersinergi,” ujarnya dalam siaran persnya.
Wakil Ketua Bidang IT dan Infokom PW GP Ansor Jatim, Mohammad Nur Arifin, mengatakan bahwa ujaran kebencian, radikalisme, berita palsu atau hoax dan kejahatan siber di Jatim banyak tersebar di media sosial. Menurutnya, itu tantangan sekaligus pekerjaan besar Machfud yang harus diatasi serius.
“Kami menyambut baik kehadiran Kapolda Jatim yang baru ini, Ansor dan Banser juga berharap masyarakat turut berperan aktif membantu kepolisian melaporkan jika menemukan praktik kejahatan siber ” pungkas pria yang juga wakil bupati Trenggalek itu.
Nekat Mandi di Laut, Remaja Asal Tulakan Meninggal Dunia di Pantai Soge Lorok
Peristiwa kecelakaan laut berujung maut kembali terjadi di wilayah perairan Pacitan. Adalah Eko Puji Santoso, remaja berusia 14 tahun ini meninggal dunia pada Sabtu (28/1/2017) sekitar pukul 10.15 WIB di perairan Pantai Soge, Dusun Soge Desa Sidomulyo Kecamatan Ngadiojo.
Informasi yang dihimpun Pacitanku.com, kejadian naas tersebut berawal saat Eko yang beralamatkan di Dusun Montongan, Desa Ketro Kecamatan Tulakan berekreasi bersama dua orang rekannya di Pantai Soge, Sabtu pagi saat libur hari raya Imlek.
Setelah tiba di Pantai Soge pada pukul ,15.15 WIB korban mandi di perairan Pantai Soge bersama satu temannya. Sementara teman yang lain tidak ikut mandi.
ini bisa menjadi perhtian kita semua, untuk berhati - hati apabila bermain dipantai. apa lagi tidak mempunyai keahlian renang.
Minggu, 28 Agustus 2016
BINA MUDA CUP I
Mohon Do'a restunya dan dukungannya sahabat semua , untuk kesuksesan kegiatan kami nanti.
Baagi temen temen Bina Muda atau warga Ngobal yang berada di perantauan atau di manapun berapa, kami panitia sangat membutuhkan dukungan daan bantuan temen2 semua. Kususon di bidang pendanaan . Kegiatan ini kami konsep persemester supaya tumbuh generasi handal di caabang olahraga ( Voly Ball) . Bagi teman2 yang ikut berpartisipasi bisa menghubungi kami panitia Bina Muda Cup I.
KEPANITIAAN
Kepanitiaan
ini melibatkan beberapa Anggota Karang Taruna Bina Muda sebagai pelakasana dari
kegiatan ini adapun susunan Kepanitiaanya sebagai berikut :
Pelindung
: Kepala Desa Wonodadi Wetan
Penasehat
: Kepala Dusun Ngobal
Ketua 1 :
Anang Ma’ruf
Ketua 2 :
Suraji
Sekretaris 1 :
Aris Fatkurohman
Sekretaris 2 :
Wiwik
Bendahara 1 :
Karyudi
Bendahara 2 :
Diyah
SEKSI-SEKSI
1.Sie
Konsumsi : 1. Kusnandar
2. Syaiful Huda
3. Feri
2.Sie
Perlengkapan : 1. Sugiri
2. Edy Santoso
3. Ma’ruf
4. Felik Andriawan
3.Sie
Humas :
1. Budi
2. Trisno Awito
4.Sie
Korlap : 1. Narko Wahyudi
2. Beni Irawan
3. Didik
4. Subakir
5. Fian
5.Sie
Kebersihan : 1. Bakti
2. Safiq
3. Dika
4. Rafi Ahmad Putra
6.Sie
Kemananan : 1. Sutrisno
2. Tono
Anda ingin berpartisipasi hubungi kami.
anang Hp : 087758960251
suraji Hp : 082330082233
Senin, 01 Agustus 2016
Nyantri Bareng Ketua Umum PBNU (Ngadirojo 31 agustus 2016)
Dalam rangka HUT ke 71, PAC GP. ANSOR Kecamatan Ngaadirojo kembali mengelar pengajian akbar di lapangan exs kawedanan Ngadirojo, pada tanggal 31 Agustus 2016. Pengajian akbar tersebut akan diiringi majelis sholawat lintang songo, juga penabuh 1000 rebana dari seluruh group duror se-Kabupaten Pacitan.
Monggo sahabat GP. ANSOR dimanapun berada kita suskseskan NYANTRI BARENG Ketua Umum PBNU 31 agustus 2016 nanti.
Prof Dr KH Said Aqil Sirodj,Sosok laki laki religius ini biasa dipanggil
dengan panggilan Siradj, kelahiran Cirebon 03 Juli 1953 dengan latar
belakang Agama yang kuat,dan selalu ingin memperjuangkan Islam di
berbagai aspek. Siradj juga mempunyai latar belakang akademis yang luas
dalam ilmu Islam. Alumni S3 University of Umm Al-qura dengan jurusan
Aqidah / Firasat islam ini lulus pada tahun 1994 yang sebelumnya
mengambil S2 di Universitas Umm al-Qura, jurusan Perbandingan Agama,
lulus 1987 dan S1 di Universitas King Abdul Aziz, jurusan Ushuluddin dan
Dakwah, lulus 1982.Dengan latar belakang ilmu pendidikan Agama yang
kuat dijadikan modal Siradj dalam dakwah dan memperjuangkan Islam di era
baru ini.
Nahdlatul Ulama ( NU ) adalah Organisasi Muslim besar Indonesia yang paling berpengaruh di dunia Islam dan saat ini di Pimpin oleh Said Aqil Siradj. Terpilihnya Siradj dalam memimpin organisasi Nahdlatul Ulama merupakan buah dari usaha Siradj dan pendukungnya dalam pemilihan Partai besar tersebut. Dalam pemilihan tersebut, Siradj mengalahkan Slamet Effendi Yusuf.294 Suara yang dikumpulkan Siradj,sedangkan Slamet Effendi Yusuf hanya mendapatkan 201 suara. Berlanjut ke putaran dua akhirnya Siradj sebagai pemenang dengan suara terunggul sebanyak 178 Suara yang tentunya sudah memenuhi tata tertib Mukhtamar yang mengharuskan seorang calon mengumpulkan poin 99 Suara.
Nahdlatul Ulama merupakan organisasi dengan basis keanggotaan yang kebanyakan dari pedesaan dan ciri khas tradisional ini yang membedakan Nahdlatul Ulama dengan organisasi lainnya.Point utama organisasi ini adalah penekanan pada pendidikan dan keterlibatan politik berlandaskan prinsip Islam yang mana sesuai dengan visi misi Siradj. Prof Dr KH Said Aqil Siradj menjabat sebagai Ketua Umum PBNU
Nahdlatul Ulama ( NU ) adalah Organisasi Muslim besar Indonesia yang paling berpengaruh di dunia Islam dan saat ini di Pimpin oleh Said Aqil Siradj. Terpilihnya Siradj dalam memimpin organisasi Nahdlatul Ulama merupakan buah dari usaha Siradj dan pendukungnya dalam pemilihan Partai besar tersebut. Dalam pemilihan tersebut, Siradj mengalahkan Slamet Effendi Yusuf.294 Suara yang dikumpulkan Siradj,sedangkan Slamet Effendi Yusuf hanya mendapatkan 201 suara. Berlanjut ke putaran dua akhirnya Siradj sebagai pemenang dengan suara terunggul sebanyak 178 Suara yang tentunya sudah memenuhi tata tertib Mukhtamar yang mengharuskan seorang calon mengumpulkan poin 99 Suara.
Nahdlatul Ulama merupakan organisasi dengan basis keanggotaan yang kebanyakan dari pedesaan dan ciri khas tradisional ini yang membedakan Nahdlatul Ulama dengan organisasi lainnya.Point utama organisasi ini adalah penekanan pada pendidikan dan keterlibatan politik berlandaskan prinsip Islam yang mana sesuai dengan visi misi Siradj. Prof Dr KH Said Aqil Siradj menjabat sebagai Ketua Umum PBNU
Kamis, 17 Maret 2016
bacaan bilal
Pengantar
Khutbah Jum'at Versi 1
يَا مَعَاشِرَ
اْلـمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَ اْلـمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ.
رُوِيَ عَنْ
أَبِى هُـرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّهُ قَالَ :
قَالَ رَسُوْلُ
اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ
اْلجُمْعَةِ أَنْصِتْ، وَاْلإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ.
أَنْصِتُوْا
وَاسْمَعُوْا وَأَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ...
أَنْصِتُوْا
وَاسْمَعُوْا وَأَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ...
أَنْصِتُوْا
وَاسْمَعُوْا وَأَطِيْعُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ...
اَللَهُمّ صَلِّ عَلَي
سَيّدِنَا مُحمّدٍ, اَللَهُمّ صَلِّ عَلَي سَيّدِنَا مُحمّدٍ, اَللَهُمّ صَلِّ عَلَي سَيّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحمّدٍ وَعَلَي أَلِ
سَيّدِنَا مُحمَدٍ.
Kedua, sampai di atas mimbar, khotib
berdiri menghadap jama’ah, sementara bilal meneruskan membaca do’a berikut ini
:
اللَّهُمَّ قَوِّ
الْاِسْلامَ, مِنَ المُسْلِمِينَ وَالُمسْلِمَات, والمُؤْمِنِين وَالُمؤْمِنَات,
وَانْصُرْهُمْ عَلَى مُعَانِدِ الِدّيْنِ وَاخْتِمْ لَنَا بِالخَيْر, ويَا خَيْرَ
النَّاصِرِينَ برَحْمَتِكَ يااَرْحَمَ الرَاِحِمين.
Ketiga,
setelah selesai do’a di atas, khotib langsung mengucapkan salam kepada jama’ah,
lalu duduk. Kemudian bilal mengumandangkan Adzan. Selesai adzan, bilal terus
duduk, sedangkan khatib terus berdiri dan memulai khutbah pertamanya.
Keempat,
selesai khotbah pertama, bilal melantunkan sholawat yang biasa dibaca diantara
dua khutbah, misalnya seperti berikut ini
أَللّهُمَّ صَلِّ
وَسَلِّمْ، وَزِدْ وَاَتِمْ وَتَفَضَّلْ وَبَارِكْ، بِجَلاَلِكَ وَكَمَالِكَ عَلَى
زَيْنِ عِبَادِكْ، وَأَشْرَفِ عِبَادِكَ سَيِّدِ الْعَرَبِ وَالْعَجَمِ، وَإِمَامِ
طَيْبَةَ وَالْحَرَامْ، وَمَنْبَعِ الْعِلْمِ وَالْحِلْمِ وَالْحِكْمَةِ
وَالْحِكَمْ, أَبِي الْقَاسِمِ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ
عَلَيْهِ وأَلِهِ وَسَلَّمَ، وَرَضِيَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَنْ كُلِّ
صَحَابَةِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْنَ
Langganan:
Postingan (Atom)







